You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Posko Pangan Di Jakpus Diresmikan
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Pemkot Jakpus-INKOWAPI Resmikan Posko Pangan

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bersama Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) meresmikan Posko Pangan Serentak Nasional secara hybrid.

Pada 31 Juli lalu kami sudah kumpulkan pemilik warung untuk dibuat Posko Pangan

Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan, Posko Pangan ini merupakan warung milik warga Jalan Batu Tulis VI, Kebon Kelapa yang dikembangkan menjadi posko.

Posko tersebut berawal dari bagaimana mengangkat ekonomi masyarakat yang dapat dirasakan dampaknya.

18 Perusahaan Industri Ikuti Business Matching P3DN Gelombang VI

Kemudian melahirkan ide dan gagasan dengan mempertemukan antara produsen awal dengan konsumen secara langsung. Sehingga bisa menghindari simpul-simpul distribusi yang membuat harga pangan menjadi mahal.

“Cukup ada warung-warung kecil yang menyediakan pangan dengan harga terjangkau agar biaya operasional bisa ditekan dan pendapatannya ditingkatkan,” terang Dhany, Selasa (8/8).

Menurut Dhany, sebagai percontohan, di wilayahnya ada empat warung di wilayahnya yang diintervensi dalam program ini agar berkembang menjadi Posko Pangan.

“Dari awalnya omset hanya Rp 3 juta menjadi Rp 70-300 juta per bulan. Berarti intervensi program ini cukup efektif untuk mengangkat ekonomi kerakyatan," ucapnya.

Dhany memastikan, mekanisme yang dapat membuat harga pangan lebih murah ini akan dikembangkan di 44 kelurahan di Jakarta Pusat agar harga pangan lebih terkendali.

“Tugas kita sekarang bagaimana cara menstimulus supaya bisa berkembang dan responnya positif," terangnya.

Ketua Umum INKOWAPI, Sharmila Yahya menambahkan, Posko Pangan akan dibuat di seluruh Indonesia dengan bersinergi bersama warung-warung yang sudah ada di desa.

“Pada 31 Juli lalu kami sudah kumpulkan pemilik warung untuk dibuat Posko Pangan dan ini menjadi wilayah percontohan untuk Indonesia,” imbuhnya.

Sharmila mengutarakan, omzet yang diperoleh warung yang telah dijadikan Posko Pangan di Jakarta Pusat di luar dugaan. Mengingat dari target Rp 50 juta, omzet yang didapatkan lebih dari Rp 70 juta per bulan.

“Ternyata mereka bekerja sama dengan grosir-grosir,” ungkapnya.

Desi (48), pemilik warung Posko Pangan mengaku senang warungnya bisa meraup omzet hingga Rp 90 juta. Di warungnya ini, berbagai komoditas serta produk olahan dijual seperti minyak, telur, tepung terigu, gula, sosis, ayam, daging dan siomay.

“Program ini bisa membantu masyarakat. Harganya pun lebih murah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5212 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1838 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1777 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1743 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1565 personAnita Karyati